Senin, 9 Desember 2019 | 19:25 WIB
Korupsi
Jaksa: Proses Islah Untuk Hentikan Kasus Bansos di Kejagung
Senin, 9 November 2015 | 15:04 WIB
Patrice Rio Capella - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Jaksa KPK Yudi Kristiana menyebutkan, bahwa proses islah yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Teuku Erry Nuradi dimaksudkan agar mempermudah penghentian pengusutan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial yang ditangani Kejaksaan Agung.

Hal itu diungkapkan, Jaksa Yudi saat membacakan dakwaan bagi mantan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella.

"Uang tersebut diberikan karena terdakwa selaku anggota Komisi III DPR RI yang mempunyai pengawasan terhadap mitra kerjanya antara lain kejaksaan agung RI dan sebagai Sekretaris Jenderal Partai NasDem untuk menfasilitasi islah agar mempermudah menghentikan perkara dugaan pidana korupsi bantuan dana sosial yang ditangani Kejaksaan Agung RI," tutur Jaksa Yudi.

Jaksa Yudi juga mengungkapkan, bahwa permintaan uang sebesar Rp200 juta dilakukan sebelum islah yang dihadiri Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan pengacara pribadi Gatot, OC Kaligis.

"Sebelum islah terdakwa menghubungi Fransisca Insani Rahesti melalui WhatsApp. Minta ketemu terus, aku kan sibuk jadi harus menyisihkan waktu, ketemu terus memangnya kegiatan sosial, tetapi jangan sampai mereka pikir aku yang minta lho, Sis," ujar Jaksa Yudi menuturkan pesan Patrice itu.

Jaksa juga mengungkapkan, bahwa proses islah itu disarankan oleh Yulius Irawansyah alias Iwan yang merupakan pengacara di kantor OC Kaligis.