Kamis, 14 November 2019 | 18:58 WIB
Korupsi
KPK Akui Adanya Laporan Gratifikasi Farmasi ke Dokter
Minggu, 15 November 2015 | 15:30 WIB
ilustrasi -

Skalanews - KPK mengakui jika ada laporan masyarakat atas gratifikasi dari perusahaan farmasi kepada dokter. Gratifikasi itu untuk menggerakkan dokter agar menuliskan obat merek perusahaan tersebut dalam resepnya.

"Untuk laporan masyarakat ada. Ada beberapa yang menginfokan farmasi kasih sesuatu ke dokter," kata Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu (15/11). Namun, Yuyuk tak dapat merinci lebih detail soal laporan tersebut.

Ahli hukum pidana Yenti Garnasih menegaskan, penegak hukum, termasuk KPK, harus segera bertindak jika menerima laporan masyarakat terkait dugaan gratifikasi dikalangan dokter.

"Ya harus ditindaklanjuti oleh KPK dengan penyelidikan. Masa sudah ada laporan diam saja. Tentu harus dibongkar oleh KPK. Begitu banyak yang disebutkan media. Harus diselidiki oleh KPK," tuturnya.

Yenti menegaskan, terlepas nanti ada bukti awal atau tidak bukanlah hal harus dipentingkan lagi. Tetapi, mendalami hal tersebutlah yang lebih penting.

"Yang penting itu mencari apakah betul korupsi itu ada. Kalau ada baru tentukan siapa tersangkanya dengan dua alat bukti permulaan," tegas Yenti. (Bisma Rizal/buj)