Minggu, 8 Desember 2019 | 07:54 WIB
Korupsi
Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Dituntut 4 Tahun Penjara
Kamis, 19 November 2015 | 15:11 WIB
Tripeni Irianto Dituntut 4 Tahun Penjara - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Jaksa KPK menuntut Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro, dengan hukuman pidana penjara 4 tahun dan denda Rp300 juta dengan subsider 5 bulan kurungan.

"Memohonkan kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk menghukum terdakwa selama 4 tahun penjara," ujar Jaksa KPK Mochammad Wiraksajaya saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/11).

Tim Jaksa KPK pun menyebutkan tidak ada hal-hal yang memberatkan bagi Tripeni. "Karena terdakwa bersedia membantu proses penyidikan perkara ini," tutur Jaksa KPK.

Lalu hal-hal yang meringankan, lanjutnya, Tripeni berlaku sopan selama dipersidangan, tidak pernah dipidana dan masih memiliki tangungan keluarga.

Tripeni didakwa melanggar Pasal 12 huruf a, atau b, atau c, atau Pasal 6 ayat 2 dan Pasal 5 ayat 2, atau Pasal 11, UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Tripeni dianggap terbukti menerima suap uang ribuan dolar dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti, melalui pengacara pribadi Gatot, OC Kaligis.

Uang tersebut sebesar 5 ribu dolar Singapura dan 10 ribu dolar AS untuk mengambulkan gugatan TUN antara Pemprov Sumut dengan Kejaksaan Tinggi Sumut.

Gugatan itu terkait permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan atas Penyelidikan tentang Dugaan Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Penahanan Pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (Bisma Rizal/Bus)