Minggu, 26 Januari 2020 | 22:54 WIB
Korupsi
Adnan Pandu Nilai Kasus Akil Mochtar yang Menarik
Rabu, 16 Desember 2015 | 00:35 WIB
-

Skalanews - Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengakui, bahwa kasus penerimaan suap yang dilakukan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar merupakan hal yang menarik selama dirinya memimpin KPK.

Pertama, kasus tersebut memiliki turunan atau deveriatif  kasus yang sampai saat ini masih diusut pihaknya.
"Kedua, ini merupakan hukuman seumur hidup yang pertama kali bagi para koruptor," ujarnya saat jumpa pers akan laporan akhir tahun kinerja KPK, Jakarta Selatan, Selasa (15/12).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengaku, tidak ada kasus yang menarik. Sebab, banyaknya kasus korupsi yang terbongkar selama ini membuat dirinya merasa sedih.

"Sedih saya karena yang melakukan itu (korupsi) adalah yang berpendidikan tinggi dan orang yang kemampuan ekonomi tinggi," katanya pada kesempatan yang sama.

Dirinya pun menegaskan, bahwa selama ini ia harus menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

Kemudian, terkait dengan kasus-kasus yang selama diusutnya ini dianggap mengendap pada masa kepemimpinannya. Ini merupakan sebuah batasan kinerja KPK sebab ada ratusan kasus yang mereka tangani.

"Mana yang tepat (buktinya) didahulukan dan mana yang menunggu barang bukti lain," jelas dia.

Seperti diketahui, kedua pimpinan KPK tersebut akan mengakhiri masa tugasnya di lembaga anti rasuah tersebut pada Kamis, (17/12) nanti. (Bisma Rizal/bus)