Selasa, 19 November 2019 | 17:57 WIB
Korupsi
Mindo Rosalina Sebut PT DGI Pernah Kurang Berikan Fee
Rabu, 16 Desember 2015 | 21:59 WIB
Mindo Rosalina Manulang saat bersaksi pada (24/8/2015) - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Mantan Manager Marketing Permai Group Mindo Rosalina Manulang menyebutkan, jika PT Duta Graha Indah (GDI) pernah kurang menyerahkan fee atas jasa mengiring anggaran proyek pemerintah kepada perusahaannya.

Mantan anak buah Muhammad Nazruddin itu menyebutkan, jika perusahaan yang berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring itu pernah potong kompas dengan memberikan fee kepada oknum pejabat publik.

Hal itu terungkap ketika Mindo bersaksi dalam sidang perkara TPPU Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (15/12).

Awalnya tim Jaksa KPK menanyakan kepada Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi apakah pihaknya memberikan fee kepada pihak lain, selain Permai Group. Dudung pun menjawab, bahwa selama ini pihaknya bermain dengan sistem satu pintu. "Kita pakai satu pintu pak," jelasnya.

Ketika Jaksa KPK mengkonfirmasi kepada Mindo. Ia pun melangsung menyanggah jawaban Dudung tersebut. "Itu waktu proyek di Jawa Timur saya pernah bilang kok cuma segini pak kepada pak Wisnu (pegawai PT DGI), pak Wisnu jawab iya ibu kan kita sudah bagi-bagi," tutur Mindo.

Namun sayangnya Jaksa KPK tidak mempertanyakan lagi kepada Mindo pihak yang dimaksudkan anak buah Dudung tersebut.

Dalam dakwaan Nazar yang disusun Jaksa KPK disebutkan, bahwa PT DGI merupakan pihak yang aktif dalam mendapatkan proyek-proyek pembangunan yang dibiayai APBN.

Pada tahun 2009 dan 2010, Dudung dan Muhammad El Idris bertemu (Marketing Manager PT DGI) dengan Nazar di Gedung Graha Anugrah dan Gedung Tower Permai.

"Pada pertemuan itu Dudung dan El Idris meminta bantuan agar PT DGI agar bisa mendapatkan beberapa proyek yang dibiayai dari dana/anggaran pemerintah tahun 2010. Atas permintaan dimaksud, Terdakwa menyanggupi akan mengupayakannya. Dan untuk itu Terdakwa meminta imbalan (komitmen fee) kepada pihak PT DGI sebesar 21-22 persen dari nilai kontrak proyeknya," ujar Jaksa Kresno saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/12) lalu.

Pada tahun 2010, Nazar memerintahkan bawahannya Mindo Rosalina untuk menemui El Idris dan Dudung di kawasan Senayan, untuk membahas rencana proyek-proyek pemerintah yang dapat dikerjakan PT DGI.

Diantaranya, yaitu proyek pembangunan gedung di Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi, BP2IP Surabaya Tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo. (Bisma Rizal/bus)