Kamis, 14 November 2019 | 06:25 WIB
Korupsi
Gatot dan Evy Suap Patrice Untuk Amankan Kasus Bansos di Kejagung
Rabu, 23 Desember 2015 | 18:22 WIB
Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti usai menjalani sidang dakwaan di PN Tipikor, Rabu (23/12) - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti didakwa secara bersama-sama oleh jaksa KPK karena diduga memberikan gratifikasi sebesar Rp200 juta kepada mantan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella yang juga anggota Komisi III DPR.

Pemberian uang tersebut untuk memuluskan langkah Gatot agar kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Sumut yang ditangani Kejaksaan Agung melalui teman Patrice, Fransisca Rahesti Insani atau Sisca.

"Terdakwa I (Gatot) melalui Terdakwa II (Evy) menyepakati pemberian uang kepada Patrice Rio Capella melalui Fransisca Insani Rahesti dan Yulius Irwansyah sebesar Rp200 juta," papar jaksa KPK, Irene Putrie, saat membacakan surat dakwaan untuk Gatot dan Evy, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/12).

Pemberian uang dari Gatot dan Evy dilakukan dua tahap. Pertama Rp150 juta di cafe Betawi Mall Grand Indonesia. Kedua, sebesar Rp50 juta diberikan di kantor pengacara Otto Cornelis Kaligis.

"Untuk itu terdakwa pada 20 Mei 2015 pukul 13.00 WIB bertemu Sisca guna memberikan uang sebesar Rp150 juta untuk diserahkan kepada Patrice Rio Capella dan Rp10 juta untuk Sisca. Pada sore harinya Evy meminta supirnya, Ramdan Taufik menyerahkan uang Rp50 juta kepada Sisca di kantor OC Kaligis," terang jaksa Irene.

Adapun maksud pemberian uang tersebut adalah untuk mempengaruhi Kejaksaan Agung serta memfasilitasi islah, guna memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi dana Batuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumut, yang ditangani oleh pejabat 'gedung bundar'.

Atas perbuatan tersebut, sebagaimana dalam dakwaan kedua pertama, Gatot dan Evy dijerat dengan Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.‎ (Bisma Rizal/bus)