Kamis, 21 Februari 2019 | 06:39 WIB
Korupsi
KPK Sita Rp300 Juta Saat OTT Wali Kota Batu
Minggu, 17 September 2017 | 05:14 WIB
-

Skalanews - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan, jika Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko diduga melakukan transaksi sebesar Rp300 juta. Uang tersebut dibagi untuk Eddy Rp200 juta sedangkan sisanya untuk Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP).

"Saat ini pihak-pihak terkait sudah diamankan di Mapolda Jatim. Barang bukti berbentuk uang yang sudah diamankan berjumlah sekitar Rp300 juta, Rp 200 juta untuk Wali Kota dan Rp100 juta untuk Kepala ULP," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Sabtu (16/9).

Alex menyebutkan, penangkapan Eddy dilakukan pada pukul 12.30 WIB. Wali Kota asal PDI Perjuangan tersebut diamankan bersama empat orang lainnya.

"Siang tadi mulai sekitar jam 12.30 ada OTT kembali oleh KPK di wilayah Kota Batu, Jatim terkait dengan penerimaan suap/hadiah oleh Wali Kota Batu (Eddy Rumpoko) dan Kepala ULP Pemkot Batu dari rekanan (Philip) terkait pengadaan barang dan jasa pada Pemkot Batu," jelasnya.

Eddy Rumpoko diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kantor Wali Kota Batu.

Kantor Wali Kota Batu memang sedang menjalankan proyek pengadaan barang dan jasa, salah satunya pengadaan mebel dengan nilai proyek mencapai Rp5 miliar. Eddy menerima suap dari pengusaha mebel yang memenangkan tender.

Alex menuturkan, Eddy beserta 4 orang lainnya akan digelandang ke KPK dari Mapolda Jatim sekitar pukul 22.30 WIB. "Rencana malam ini sekitar jam 22.30 WIB para pihak tersebut akan diterbangkan ke Jakarta," kata Alex.

Edy Rumpoko merupakan Wali Kota Batu dua periode yang diusung PDI Perjuangan.

Masa jabatannya akan habis pada bulan Desember 2017. Pada periode berikutnya, jabatan Wali Kota Batu akan berpindah ke genggaman orang terdekat Eddy Rumpoko, yang tak lain adalah istrinya sendiri, Dewanti.

Dewanti yang juga diusung PDI Perjuangan seperti sang suami memenangi Pilkada Kota Batu tahun ini. (Bisma Rizal/bus)