Rabu, 17 Juli 2019 | 16:25 WIB
Korupsi
KPK: Suap Wali Kota Batu Terkait Proyek Rp5,26 Miliar
Minggu, 17 September 2017 | 23:32 WIB
-

Skalanews - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebutkan, dugaan suap yang diterima Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko terkait dengan proyek pengadaan senilai Rp5,26 miliar.

Syarif menyebutkan, dari nilai proyek tersebut terdapat komitmen fee untuk Eddy sendiri sebesar 10 persen atau Rp500 juta.

"Fee 10 persen untuk wali kota proyek belanja mebel dan pengadaan barang dan jasa Pemkot Batu tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp 5,26 miliar sebelum pajak," ujar Syarif saat jumpa pers di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (17/9).

Eddy sendiri diamankan oleh KPK melalui operasi tangkap tangan pada pada Sabtu (16/9) siang. Dari tangannya KPK menyita uang sebesar Rp200 juta dari total fee Rp500 juta.

"Mengapa yang diberikan hanya Rp 200 juta, karena Rp 300 juta sudah diberikan sebelumnya untuk melunasi pembayaran mobil Alphard milik Wali Kota. Sedangkan Rp 100 juta diberikan FHL (pengusaha Filipus Djap-red) kepada EDS (Edi Setiawan) sebagai fee untuk panitia pengadaan, karena dia Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP)," jelas Syarif.

Eddy adalah Wali Kota Batu dua periode yang diusung PDIP. Masa jabatannya akan habis pada Desember 2017. Di periode berikutnya, jabatan Wali Kota Batu akan berpindah ke genggaman orang terdekat Eddy Rumpoko, yang tak lain adalah istrinya sendiri, Dewanti.

Dewanti yang juga diusung PDIP telah memenangkan Pilkada Kota Batu tahun ini.

Dalam perkara Eddy ini, KPK menetapkan Eddy bersama dengan Ketua ULP Pemkot Batu, Edy Setiawan dan pengusaha bernama Filipus Djap sebagai tersangka.(Bisma Rizal/dbs)