Kamis, 21 Juni 2018 | 07:18 WIB
Korupsi
Fredrich Yunadi Tidak Penuhi Panggilan KPK
Jumat, 12 Januari 2018 | 12:05 WIB
-

Skalanews - Tersangka kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan korupsi e-KTP, Fredrich Yunadi kembali tidak memenuhi panggilan penyidik KPK.

Menurut kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa kliennya tidak dapat memenuhi panggilan. "Ya, hari ini Pak Fredrich enggak bisa hadir," katanya saat ditemui wartawan di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Dirinya pun menyebutkan, tujuan kedatangannya ke KPK untuk menanyakan apakah permohonan penundaan pemeriksaan Fredrich yang diajukan pada Kamis (11/1) dikabulkan atau tidak.

Sebab, Sapriyanto menyebutkan, jika keinginan kliennya adalah KPK memberhentikan prosesnya dahulu Setelah sidang kode etik advokat.

"Kami sedang mengajukan proses sidang kode etik terhadap Pak Yunadi," ujar Sapriyanto.

Kasus ini bermula saat Setya Novanto berkali-kali mangkir dari panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka.

Pada 15 November 2017 malam, tim KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, untuk melakukan penangkapan. Namun, tim tidak menemukan Novanto.

16 November 2017, KPK memasukkan Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO).

Novanto kemudian muncul dalam wawancara via telepon di sebuah televisi swasta dan mengaku akan datang ke KPK.

Tak berselang lama, Novanto mengalami kecelakaan dan dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

Menurut KPK, Novanto langsung masuk ke ruang rawat inap kelas VIP dan bukan ke unit gawat darurat.

Sebelum kecelakaan, Fredrich yang ketika itu menjadi kuasa hukum Novanto diduga sudah datang lebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Salah satu dokter di RS tersebut juga mengaku ditelepon seseorang yang diduga pengacara Novanto yang bermaksud perlu menyewa satu lantai RS.

Padahal, saat itu belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa.(Bisma Rizal/dbs)