Rabu, 20 Juni 2018 | 01:02 WIB
Korupsi
KPK Tahan Bimanesh Sutarjo Dokter RS Medika Permata Hijau
Sabtu, 13 Januari 2018 | 04:50 WIB
Bimanesh Sutarjo digalandang ke tahanan - [bisma rizal/skalanews]

Skalanews - KPK tahan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan korupsi proyek e-KTP.

Hal itu sebagaimana pantauan di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/1) malam.

Sekitar pukul 22.43WIB, dokter yang ditenggarai merawat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto itu terlihat mengenakan rompi tahanan KPK.

Dirinya pun enggan berkomentar apapun soal materi pemeriksaan dan tanggapannya saat ditetapkan sebagai tersangka.

Bimanesh sendiri merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal, dan hipertensi di rumah sakit tempat pertama kali Setya Novanto menjalani perawatan akibat kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu.

Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka bersama advokat Fredrich Yunadi yang juga mantan kuasa hukum Setya Novanto.

Keduanya diduga bekerjasama untuk memalsukan data medis Setya Novanto agar dilakukan rawat inap supaya yang bersangkutan menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK

Atas perbuatannya tersebut, Bimanesh dan Fredrich disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta. (Bisma Rizal/bus)