Selasa, 20 Februari 2018 | 10:44 WIB
Korupsi
Pejabat Jasa Marga Sediakan Rp107 Juta untuk Hiburan Malam Auditor BPK
Selasa, 13 Februari 2018 | 20:08 WIB
Pengadilan Tipikor - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Jaksa KPK meyakini sekitar Rp107 juta dihabiskan pejabat PT Jasa Marga Persero cabang Purbaleunyi untuk menfasilitasi auditor BPK mendapatkan hiburan malam. Hiburan malam berupa karaoke di Bandung dan Jakarta.

Hal itu terungkap dalam nota tuntutan terhadap terdakwa Setia Budi, selaku General Manager PT Jasa Marga Persero Tbk Cabang Purbaleunyi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (13/2).

"Terdakwa memberikan arahan untuk mengawal tim pemeriksa BPK, sehingga tidak ada temuan. Terdakwa juga memerintahkan agar tim pemeriksa BPK diberikan dukungan, termasuk dukungan dana," ujar jaksa Sobari Kurniawan saat membaca surat tuntutan.

Fasilitas hiburan malam itu, kata Jaksa ditujukan kepada auditor BPK yang melaksanakan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk, tahun 2015 dan 2016.

Menurut jaksa, pada 8 Mei 2017, tim pemeriksa BPK menikmati fasilitas karaoke di Havana Spa dan Karaoke di Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menghabiskan dana Rp41,7 juta, yang uangnya berasal dari PT Gienda Putra, yang merupakan sub-kontraktor PT Jasa Marga.

Selain itu, pada 3 Agustus 2017, tim pemeriksa BPK dan beberapa pegawai Jasa Marga menikmati hiburan malam di Las Vegas Karaoke di Jakarta.

Saat itu, kegiatan tersebut menghabiskan dana Rp32 juta yang dibayarkan oleh Totong Heryana, General Manager PT Marga Maju Mapan, rekanan PT Jasa Marga.

Kemudian, pada 11 Agustus 2017, tim pemeriksa BPK dan pegawai Jasa Marga kembali menikmati hiburan malam di tempat yang sama di Jakarta.

Pada malam itu, kegiatan hiburan malam menghabiskan dana Rp34 juta.

Menurut jaksa, terdakwa memberikan Rp20 juta untuk membayar karaoke. Sementara, sisanya dibayarkan oleh Sucandra.

Setia Budi dituntut 2 tahun penjara dan membayar denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain fasilitas hiburan malam, Setia Budi juga dinilai oleh jaksa terbukti memberi satu unit motor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 kepada Audior Madya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto.(Bisma Rizal/dbs)