Senin, 15 Oktober 2018 | 17:35 WIB
Korupsi
Rohadi Rekayasa Berbohong Arahan dari Anggota DPR
Senin, 12 Maret 2018 | 23:13 WIB
Rohadi - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi menyebutkan, diarahkan oleh anggota DPR RI Sareh Wiyono untuk mengaku bahwa uang Rp700 juta yang ditemukan di mobilnya merupakan pinjaman dari seorang pengacara bernama Petrus Selestinus.

Hal itu diungkapkan Rohadi setelah menjalani pemeriksaan di KPK sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang, Senin (12/3).

"Dulu saya berbohong saya menarik (pernyataan) yang namanya Pak Petrus Salestinus. Itu sebenarnya enggak ada kaitan sama sekali. Bahwa dulu saya harus akui uang Rp700 juta itu pinjaman dari Pak Petrus padahal itu bohong, itu rekayasa yang diarahkan oleh Sareh Wiyono, supaya dia tidak terlibat," kata Rohadi.

KPK sendiri menduga Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu memberikan uang Rp700 juta kepada Rohadi terkait penanganan suatu perkara yang tengah disidangkan di PN Jakarta Utara.

Dalam kesaksian di persidangan Tipikor, Kamis (6/10), Sareh membantah telah menyerahkan uang Rp700 juta itu kepada Rohadi.

Dirinya menyebutkan, sempat dimintai pinjam oleh Rohadi kemudian menyarankan agar meminjam uang kepada Petrus.

Rohadi meminta maaf karena merasa menyeret Petrus dalam kasusnya.

"Sekali lagi Pak Petrus Salestinus, saya minta maaf karena saya sudah pernah menyeret nama Bapak, padahal itu enggak ada, saya tidak kenal," ujar Rohadi.

Rohadi kembali menegaskan dia diarahkan Sareh agar uang Rp 700 juta itu terkesan sebagai uang pinjaman.

"Iya benar, supaya bahwa uang itu adalah pinjaman," ujar Rohadi.

Diketahui, uang Rp 700 juta itu ditemukan KPK di bagian belakang mobil Rohadi saat dilakukan operasi tangkap tangan dalam kasus suap terhadap Rohadi, yang melibatkan pengacara dan kakak penyanyi dangdut Saipul Jamil.

Dalam OTT kasus Saipul Jamil, KPK menemukan uang Rp250 juta pada Rohadi.(Bisma Rizal/dbs)