Jumat, 21 September 2018 | 09:22 WIB
Korupsi
Saat Jadi Buronan, Setya Novanto Sempat Berada di Sentul
Selasa, 17 April 2018 | 05:08 WIB
-

Skalanews - Mantan Ketua DPR Setya Novanto sempat mampir ke Sentul, Bogor, Jawa Barat, ketika penyidik KPK mendatangi rumahnya pada 15 November 2017.

Saat itu, Setya Novanto hendak dijemput paksa setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai seorang tersangka dan saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Hal itulah yang diungkapkan istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor dalam persidangan perkara dugaan menghalang-halangi penyidikan korupsi proyek e-KTP.

Deisti bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4).

Deisti menyebutkan, ketika penyidik KPK datangi rumahnya, ia tidak tahu dimana suaminya. Berkali-kali ia menelepon ponsel Novanto di depan penyidik, tetapi tak juga diangkat.

Baru keesokan harinya saat Novanto dirawat pascakecelakaan, ia mengetahui ke mana suaminya pergi.

"Baru tahu belakangan, katanya di Sentul, di hotel," ujarnya.

Hal itu diketahui Deisti setelah menjenguk Setya Novanto yang dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Dirinya bertanya kepada ajudan suaminya bagaimana kronologi Novanto bisa dirawat. Namun, Deisti tidak menjelaskan di sidang apa yang Novanto lakukan di Sentul.

Novanto check out dari hotel pada siang hari dan langsung menuju DPR. Saat itu Deistri juga belum mendengar kabar dari Novanto.

Pada 16 November 2017 siang, Novanto menghubungi Deistri. Ia menyampaikan siap menyerahkan diri ke KPK.

"Sampaikan anak-anak yang kuat, tidak apa-apa. Tolong kuatin anak-anak. Tenangin anak-anak," kata Deistri menirukan ucapan Novanto saat itu.

Sebelumnya, dalam dakwaan Fredrich Yunadi disebutkan bahwa Novanto sengaja menghindar saat akan ditangkap KPK. Ia bersembunyi di hotel di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Menurut jaksa, pada 15 November 2017, Setya Novanto tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, penyidik melakukan upaya penangkapan dan penggeledahan di rumah yang beralamat di JaIan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta SeIatan.

Namun, penyidik tidak menemui Setya Novanto. Saat itu, penyidik bertemu dengan Fredrich Yunadi.

"Penyidik KPK menanyakan keberadaan Setya Novanto kepada terdakwa (Fredrich). Namun, terdakwa mengatakan tidak mengetahui," ujar jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan surat dakwaan.

Padahal, menurut jaksa, sebelumnya Fredrich telah menemui Setya Novanto di Gedung DPR.

Namun, saat penyidik KPK datang, Novanto terIebih dahulu pergi meninggalkan rumahnya bersama dengan Azis Samual dan Reza Pahlevi yang merupakan ajudan Novanto. Novanto berada di Sentul sambiI memantau perkembangan situasi melalui televisi. (Bisma Rizal/bus)