Jumat, 25 Mei 2018 | 10:25 WIB
Korupsi
Sidang Dakwaan Dana Pensiun Pertamina Terlaksana
Rabu, 16 Mei 2018 | 19:03 WIB
-

Skalanews - Sidang perkara dugaan korupsi dana pesiun Pertamina dengan pembacaan dakwaan terhadap Direktur Ortus Holding Ltd, Edward Sky Soeryadjaya akhirnya bisa terlaksana.

Sidang yang telah beberapa kali tertunda karena adanya putusan Praperadilan PN Jakarta Selatan yang memutuskan status tersangka Edward batal demi hukum itu, terlaksana karena keterangan klinik center Medika Garuda bahwa Edward dalam keadaan sehat.

"Berdasarkan keterangan klinik Medika Center garuda terdakwa ini mempunyai kesehatan yang cukup untuk mengikuti persidangan jadi sidang pembacaan dakwaan bisa dilaksanakan," ujar Ketua Majelis Hakim Sunarso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (16/5).

Sidang dibuka sekitar Pukul 16:34 WIB. Sebelumnya Edward mengaku sakit. "Hari ini saya sakit, jadi walaupun mendengarkan tetap tidak mengerti," ujarnya sambil tertunduk lemas.

Dalam kesempatan ini Edward juga mengaku bingung ketika harus mengikuti sidang. Karena statusnya sebagai tersangka telah dibatalkan dalam sidang praperdilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Tapi saat ini malah menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Saya bingung, status tersangka sudah tidak ada. Tapi saya jadi terdakwa kenapa bisa loncat-loncat begini. Ini aneh," jelasnya.

Sementara itu Atilah Soeryadjaya, istri Edward sambil menangis menegaskan akan membongkar kasus yang menimpa suaminya tersebut.

Alasannya, hukum di Indonesia telah kotor dan gelap. Apalagi hukum sudah tidak berpihak lagi kepada suaminya untuk mendapatkan keadilan.

"Mohon keadilan, praperadilan sudah gugurkan. Orang tidak salah enam bulan dikurung dihancurkan namanya. Saya mhon keadilan. Saya sudah tak bisa berkata-kata lagi. Saya akan buka apa yang terjadi selama enam bulan. Hukum negara ini sangat kotor dan gelap," tegasnya.

Kasus yang menimpa Edward berawal ketika Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI).

Penetapan status tersangka Edward tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Kejagung menyangka Edward Sky Soeryadjaya melakukan perbuatan melawan hukum itu secara bersama-sama sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 599 milyar.

Kejagung menyangka Edward melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Edward Sky Soeryadjaya kemudian mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan. Hakim tunggal praperadilan menyatakan status tersangka Edward tidak sah.

Sementara Kejagung menyampaikan, bahwa kasus Edward Sky Soeryadjaya bukan lagi wewenang praperadilan karena perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelum putusan praperadilan.

Kejagung pun menyatakan tidak perlu lagi menetapkan Edward Sky Soeryadjaya sebagai tersangka karena majelis hakim melanjutkan sidang. Dengan demikian, hakim menilai bahwa status yang bersangkutan tidak berubah.(Bisma Rizal/dbs)