Sabtu, 22 September 2018 | 05:13 WIB
Korupsi
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kesehatan Aceh
Rabu, 11 Juli 2018 | 21:47 WIB
ilustrasi -

Skalanews - KPK kembali menggeledah sejumlah kantor Pemerintahan Provinsi Aceh, sebagai bagian proses penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihaknya melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan dan Kesehatan Provinsi Aceh.

"Proses penggeledahan inu untuk menelusuri bukti-bukti adanya dugaan suap atas dana otonomi khusus," jelasnya saat ditemui wartawan, Jakarta, Rabu (11/7).

Hal ini pun dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin. Begitupun seorang pegawai di Dinas Kesehatan. "Iya, barusan kantor didatangi KPK," kata pegawai itu.

Dalam penggeledahan, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan catatan tentang pelaksanaan anggaran. Di Dinas Kesehatan Aceh ditemukan dokumen proyek senilai Rp1,15 triliun. "Barang bukti baru ini akan memperkuat perkara yang sedang ditangani," ujar Febri.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada 3 Juli lalu. Dalam operasi itu KPK menyita total uang Rp500 juta. KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Tersangka penerima suap adalah Irwandi Yusuf, Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal dari kalangan swasta. Tersangka pemberi suap adalah Ahmadi, Bupati Bener Meriah.

Sebelumnya, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, dan Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinisi Aceh Rumah Gubernur Aceh, Ruang kerja Gubernur Aceh dan ruangan Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh juga telah digeledah. (Bisma Rizal/bus)