Rabu, 22 Mei 2019 | 13:47 WIB
Korupsi
Resmi Dilantik, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tetap Ditahan KPK
Selasa, 25 September 2018 | 19:15 WIB
Penandataganan Berita Acara Pengucapan Sumpah dan Janji Jabatan Oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di saksikan Gubernur Jawa Timur - (ist)

Skalanews - Meski Bupati terpilih Syahri Mulyo ditahan KPK, pelantikan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Syahri Multo dan Maryoto Birowo tetap dilakukan. Namun, pelantikan digelar di kantor Kemendagri Jakarta mengingat status Syahri Mulyo sendiri sebagai tahanan KPK.

"Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, diantaranya ditegaskan jika terdapat bupati/wakil bupati terpilih mendapatkan permasalahan hukum pada saat pelantikan, maka yang bersangkutan tetap dilantik menjadi bupati/wakil bupati. Oleh karena itu pada hari ini saya penuhi amanah tersebut," terang Gubernur Jatim Soekarwo, Selasa (25/9).

Soekarwo mengatakan karena adanya permasalahan hukum yang menimpa bupati terpilih, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 65 ayat (4), yakni dalam hal kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara, maka, wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah.

"Kepada saudara Bupati Tulungagung, saudara, saya minta tetap tawakkal menghadapi cobaan dan konsentrasi dalam menghadapi permasalahan hukum," ujarnya.

Sementara itu, begitu usai melantik Syahril Mulyo, gubernur kelahiran Madiun tersebut langsung  menyerahkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.407/1006/011.2/2018 tanggal 21 September 2018 kepada Maryoto Birowo yang isinya menunjuk Wabup Tulungagung tersebut sebagai pelaksana tugas Bupati Tulungagung.

Sekadar diketahui, KPK menetapkan Bupati Tulungagung 2013-2018 Syahri Mulyo yang juga terpilih kembali sebagai bupati Tulungagung periode 2019-2023 dalam pilkada serentak 2018 lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno, dan Agung Prayitno dari pihak swasta sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan tersangka pemberi suap adalah pengusaha Susilo Prabowo.

Susilo Prabowo diduga menyuap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo melalui Agung Prayitno sebesar Rp1 miliar terkait "fee" proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Pemberian tersebut adalah pemberian ketiga, setelah sebelumnya Syahri menerima pemberian pertama sebesar Rp500 juta dan pemberian kedua sebesar Rp1 miliar. (Wahyu/dbs)