Selasa, 11 Desember 2018 | 04:08 WIB
Korupsi
Pakar: Tak Ada Putusan Pengadilan yang Menyatakan Soeharto Korupsi
Kamis, 6 Desember 2018 | 04:36 WIB
Indriyanto Seno Adji - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyatakan, Presiden RI Kedua HM. Soeharto tidak bisa dikatakan sebagai seorang koruptor.

Karena sampai saat ini, tidak ada putusan pengadilan yang subtansial menyebutkan bahwa Soeharto itu melakukan tindak pidana yang masuk ke dalam tindakan kejahatan luar biasa itu.

"Seingat saya tidak (ada) putusan substansial bahwa HMS (Haji Muhammad Soeharto) melakukan Tipikor. Karenanya tidak bisa dikatakan bahwa HMS sebagai terpidana korupsi," ujarnya saat dihubungi skalanews, Jakarta, Rabu (4/12).

Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyebutkan, bahwa Soeharto adalah guru korupsi Indonesia.

Menurut Pengamat Politik dari Indonesia Publik Institut (IPI) Karyono Wibowo, pernyataan Juru Bicara Tim Kemenangan Calon Presiden RI nomor urut satu itu, adalah respon dari ucapan Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium empat.

"Pernyataan yang menyebut korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat terlalu hiperbola, bombastis tidak disertai fakta yang akurat dan terukur. Makna kanker stadium empat itu jika diibarat penyakit, sangat kecil kemungkinan bisa disembuhkan, Berarti sama saja Prabowo ingin mengatakan korupsi di Indonesia sangat parah nyaris tidak tidak bisa diberantas," katanya pada Minggu (2/12).

Karyono pun menyebutkan, bahwa pernyataan calon Presiden nomor urut dua itu bertujuan mendelegitimasi pemerintahan petahana yakni, Jokowi sekaligus membangun image negatif. "Pernyataan Prabowo itu sama saja tidak menghargai kerja keras KPK yang gigih memberantas korupsi," jelasnya. (Bisma Rizal/bus)