Jumat, 22 Maret 2019 | 11:20 WIB
Korupsi
Wawan Izin Keluar Lapas Sukamiskin Untuk Ketemu Teman Wanitanya
Kamis, 6 Desember 2018 | 06:14 WIB
Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Terpidana korupsi Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan disebut melakukan penyalahgunaan izin keluar Lapas Kelas 1 Sukamiskin untuk bertemu teman wanitanya.

Hal itu terungkap dalam dakwaan Jaksa KPK untuk mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12).

Dalam dakwaan tersebut, suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu adalah salah satu terpidana yang menyuap Wahid agar mendapat berbagai kemudahan selama berada di dalam lapas.

"Terdakwa selaku Kalapas Sukamiskin telah memberikan kemudahan dalam hal pemberian izin keluar dari Lapas untuk Wawan selama beberapa kali," ujar jaksa.

Pertama, pada 5 Juli 2018, Wawan diberi izin dalam bentuk Izin Luar Biasa (ILB) dengan alasan mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang, Banten. Padahal, Wahid mengetahui bahwa izin tersebut sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk menginap di Hotel Hilton Bandung selama 2 hari.

Lalu, pada Juli 2018, Wawan juga diberikan izin keluar Lapas dengan alasan berobat di rumah sakit Rosela, Karawang. Padahal, Wahid mengetahui bahwa izin keluar dari Lapas tersebut sengaja disalahgunakan Wawan.

Wawan pun menggunakan mobil ambulance yang dibawa staf keperawatan Lapas Sukamiskin, Ficky Fikri. "Tetapi tidak menuju rumah sakit Rosela, melainkan hanya mengantar sampai di parkiran rumah sakit Hermina Arcamanik, Bandung," jelas Jaksa.

Ketika sampai di parkiran rumah sakit, Wawan pindah ke mobil Toyota Innova warna hitam yang dikendarai stafnya Wawan yang telah menunggu. Selanjutnya, Wawan pergi menuju rumah milik Atut di Jalan Suralaya IV Bandung.

Setelah itu, menurut jaksa, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Hotel Grand Mercure Bandung. Wawan kemudian menginap di hotel tersebut bersama teman wanitanya.

Menurut jaksa, Wahid diberikan uang Rp 63 juta dari Wawan sebagai hadiah atas penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas, yang bertentangan dengan kewajiban Wahid. (Bisma Rizal/bus)