Kamis, 13 Desember 2018 | 06:20 WIB
Korupsi
Irvanto dan Made Okta Divonis 10 Tahun Penjara
Kamis, 6 Desember 2018 | 07:08 WIB
Irvanto Hendra Pambudi dan Made Okta Mas Agung - [kumparan]

Skalanews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menvonis terdakwa korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Okta Mas Agung dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Memutuskan terdakwa satu dan terdakwa dua terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagai dakwaan satu ke satu," ujar Ketua Majelis Hakim Yanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/12).

Hakim Yanto menambahkan, bahwa hal-hal yang memberatkan dari kedua terdakwa adalah tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi.

"Kemudian kedua terdakwa tidak secara maksimal melakukan pengakuan kadang terbuka ketika ada hal yang meringankan dan tertutup ketika ada hal yang memberatkan," tambah Hakim Yanto.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, Hakim Yanto menyebutkan, keduanya tidak pernah dihukum dan berlaku sopan selama dalam persidangan.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang menghendaki hukuman masing-masing 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa KPK meyakini Irvanto dan Made Oka terlibat dalam pusaran korupsi pada proyek e-KTP secara bersama-sama.

Keduanya berperan sebagai perantara penerima uang suap untuk mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Selain itu. keduanya menguntungkan diri sendiri atau memperkaya orang lain dan korporasi.

Irvanto dan Made Oka diyakini melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Bisma Rizal/bus)