Kamis, 23 Mei 2019 | 01:53 WIB
Korupsi
Meski 9 Kali Bertemu, Dirut PLN: Tak Ada Syarat yang Diubah
Rabu, 12 Desember 2018 | 01:26 WIB
-

Skalanews - Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengakui, sembilan kali bertemu dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso.

Menurutnya, pertemuan tersebut sebagai penghormatan Eni yang merupakan mitra kerjanya.

"Bu Eni mitra kerja kami di DPR yang kami hormati. Jadi, kalau diundang saya selalu datang," ujar Sofyan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (11/12). Dia bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan pembahasan seputar proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Dirinya pun menegaskan, Eni dan Kotjo berupaya memengaruhinya untuk mengubah sejumlah persyaratan yang diberikan PLN kepada investor yang akan melaksanakan pembangunan proyek PLTU Riau 1. Kontrak kerja sama belum dapat dilakukan karena ada persyaratan yang belum disetujui investor.

Namun, menurut Sofyan, tidak ada satupun persyaratan yang diubah meski pertemuan sudah dilakukan.

"Mungkin mereka berpikir saya bisa mengubah. Tapi tidak ada satu titik pun yang diubah. Bu Eni mitra kami yang kami hormati. Jadi kalau diundang kami datang," kata Sofyan.

Meski telah bertemu sembilan kali, dalam dakwaan Jaksa KPK untuk Eni dan Tuntutan Jaksa untuk Kotjo tidak ada satu pun fee yang diminta oleh Sofyan.

Bahkan, Sofyan sempat menyarankan Kotjo untuk mencari investor baru jika China Huadian Engineering Company Ltd ngotot tidak terima persyaratan dari PLN.

Dalam kasus ini, Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap Rp4,7 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo. (Bisma Rizal/bus)