Selasa, 25 Juni 2019 | 05:17 WIB
Korupsi
Kejagung Tetapkan Petinggi PT Antam Tersangka Korupsi
Senin, 7 Januari 2019 | 21:57 WIB
PT Antam, Tbk -

Skalanews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi Pembelian Lahan Batubara Seluas 400 Hektare dengan cara membeli saham pemilik Tambang PT Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT Indonesia Coal Resources (Anak Perusahaan PT Antam, Tbk).

"Penyidik telah menetapkan 6 orang tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri kepada wartawan, Senin (7/1).

Ke-enam orang tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 4 Januari 2019 dengan inisial yakni, BM selaku Direktur Utama PT Indonesia Coal Resources; MT selaku Pemilik PT RGSR/ Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkasa; ATY selaku Direktur Operasi dan Pengembangan.

Kemudian, AL selaku mantan Direktur Utama PT Antam; HW selaku Senior Manager Corporate Strategic Development PT Antam dan MH selaku Komisaris PT Tamarona Mas International.

"Bahwa untuk diketahui, Direktur Utama PT Indonesia Coal Resources (PT ICR) bekerja sama dengan PT Tamarona Mas International (PT TMI) selaku Kontraktor dan Komisaris PT Tamarona Mas International (PT TMI) telah menerima penawaran penjualan atau pengambilalihan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) batubara atas nama PTTamarona Mas International seluas 400 Ha yang terdiri dari IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP seluas 201 Ha," papar Mukri.

Selanjutnya diajukan permohonan persetujuan pengambilalihan IUP OP seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada Komisaris PT ICR melalui surat Nomor: 190/EXT-PD/XI/2010 tanggal 18 November 2010 kepada Komisaris Utama PT ICR perihal Rencana Akuisisi PT TMI dan disetujui dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT TMI.

Pada kenyataan PT TMI mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 Ha sesuai surat Nomor: TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010 perihal Permohonan Perubahan Kepemilikan IUP Ekplorasi seluas 201 Ha dari PT TMI kepada PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT CTSP)

Hal itu merupakan tindakan yang bertentangan dengan persetujuan rencana akuisisi PT TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT ICR adalah asset property PT TMI yang menjadi objek akuisisi adalah IUP yang sudah ditingkatkan menjadi Operasi Produksi sesuai dengan surat Nomor: 034/Komisaris/XI/XI/2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT TMI.

Lalu, bertentangan juga dengan laporan Penilaian Properti/ Aset Nomor File: KJPP-PS/Val/XII/2010/057 tanggal 30 Desember 2010 serta laporan Legal Due Diligence dalam rangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010.

"Bahwa perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 91.500.000.000 (sembilan puluh satu miliar lima ratus juta rupiah)," paparnya

Perbuatan para tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Frida Astuti/bus)

 

Klarifikasi:

Jakarta, 10 Januari 2019

Nomor : 147/CS/09/2019
Perihal : Klarifikasi pemberitaan

Kepada YTH
Pemimpin Redaksi
Skalanews.com
Di Jakarta

Sehubungan dengan pemberitaan di Skalanews.com pada Senin, 7 Januari 2019 dengan judul "Kejagung Tetapkan Petinggi PT Antam Tersangka Korupsi" bersama ini kami bermaksud memberikan klarifikasi sebagai berikut:

Pada paragraf ke-4, berita tersebut tertulis: Kemudian, AL selaku Direktur Utama PT Antam; HW selaku Senior Manager Corporate Strategic Development PT Antam dan MH selaku Komisaris PT Tamarona Mas International.

Penulisan tersebut kurang tepat, seharusnya yang benar adalah "Mantan Direktur Utama PT Antam", bukan "Direktur Utama PT Antam".

Berdasarkan hal tersebut, kami mohon agar Skalanews.com dapat klarifikasi atau merevisi kembali berita tersebut agar tidak menimbulkan misleading di masyarakat.

Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Hormat kami,
SVP Corporate Secretary

Aprilandi Hidayat Setia

 

Redaksi:
KOREKSI naskah berita telah diubah pada Kamis (10/1) untuk meralat kekeliruan atas penulisan yang merujuk surat klarifikasi dari SVP Corporate Secretary PT ANTAM Aprilandi Hidayat Setia. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan tersebut.