Sabtu, 19 Januari 2019 | 07:14 WIB
Korupsi
Butuh Klarifikasi, KPK Terus Manerus Periksa Tersangka Suap SPAM
Rabu, 9 Januari 2019 | 12:15 WIB
Gedung KPK -

Skalanews - KPK kembali memeriksa Direktur PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Lily Sundarsih yang merupakan tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek SPAM dan pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Pantauan di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/1). Sekitar pukul 09:24 WIB, Lily terlihat keluar dari mobil tahanan bersama dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Dirinya enggan berkomentar apapun ketika ditanya para wartawan. Dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan, Lily masuk ke dalam lobby Gedung KPK.

Sebelumnya, pada Selasa (8/1) malam sekitar pukul 21:30 WIB, Lilly dipemeriksa penyidik dengan suaminya Direktur Utama PT WKE Budi Suharto.

Budi yang menggunakan kursi roda enggan berkomentar apapun terkait pemeriksaannya. Begitu juga Lilly ketika ditanya apakah ia mengenal Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005).

Begitu juga dengan ketika ditanya apakah ia sempat bertemu dengan Dirjen Cipta Karya, Andreas Suhono, Lily memilih bungkam.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihaknya masih membutuhkan klarifikasi terhadap para tersangka kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan.

Salah satu klarifikasi yang dilakukan adalah menanyakan beberapa dokumen yang ditemukan penyidik ketika melakukan penggeledahan.

"Ada kebutuhan penyidik diantaranya kami masih membutuhkan klarifikasi terhadap dokumen-dokumen yang sudah disita," jelasnya.

"Proyek ini kan cukup banyak dan luas juga karena terjadi di beberapa daerah. Nah ini sedang dirinci satu persatu," tuturnya.

Seperti diketahui, baik Budi maupun Lily diduga bekerjasama dengan beberapa pegawai Kementerian PUPR mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 diantaranya Umbulan 3, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dalam profil resmi Basuki salah satu prestasi Menteri Presiden Joko Widodo itu adalah Pembangunan SPAM Regional Umbulan (dimulai 2017).(Bisma Rizal/dbs)