Minggu, 16 Juni 2019 | 09:47 WIB
Korupsi
Usai Periksa Sekretarisnya, KPK Cecar Bupati Cianjur
Rabu, 9 Januari 2019 | 13:30 WIB
-

Skalanews - KPK memeriksa Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar sebagai saksi terkait kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Irvan akan bersaksi untuk pemberkasan kakak iparnya, Tubagus Cepy Sethiady (TCS). "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TCS," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (9/1).

Selain Irvan, kata Febri, empat Ketua Sub Rayon sekolah menegah pertama juga diperiksa. Diantaranya, Ketua Sub Rayon 3, Kepala Sekolah SMP PGRI Cugenang, Susila Direja. Ketua Sub Rayon 1 Kepala Sekolah SMPN 5 Cikalongkulon, H Wahyu Wibisana.

Ketua Sub Rayon 2 Kepala Sekolah SMPN 2 Cibeber Esih Hasanah dan Ketua Sub Rayon 4 Kepala Sekolah SMP PGRI Ciranjang, Enay Sunarya.

Keempatnya, kata Febri, akan diperiksa sebagai saksi untuk Irvan Rivano Muchtar (IRM). "Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka IRM," jelasnya.

Pada Selasa (8/1) kemarin, KPK memeriksa Sekretaris Bupati Cianjur, Deny Nugraha, Kasubbag Protokol Sekda Cianjur, Roni Setiawan serta dua PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Rudiansyah dan Taufik Setyawan. Kesemuanya diperiksa untuk Irvan.

Dalam kasus ini, KPK menduga Irvan bersama dengan beberapa jajarannya sengaja memotong dana untuk pembangunan fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Pemotongan tersebut terjadi ditahap awal, ketika para Kepala Sekolah SMP ingin mencairkan DAK Pendidikan, Irvan dan kawan-kawab meminta fee.

Fee urunan ini harus mencapai angka sebesar 14,5 persen dari total DAK Pendidikan sebesar Rp46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.(Bisma Rizal/dbs)