Minggu, 16 Juni 2019 | 10:17 WIB
Korupsi
Orang Kepercayaan Raden Priyono Akui Beli Mobil Porsche
Kamis, 10 Januari 2019 | 04:27 WIB
PT Asuransi Jasindo - [ist]

Skalanews - Orang kepercayaan mantan Kepala BP Migas dan kini jadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Raden Priyono, Kiagus Emil Fahmy Cornain mengaku membelikan mobil Porsche dari uang fee sebagai broker fiktif PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Hal itu diungkapkannya ketika sidang perkara dugaan korupsi penutupan Asuransi aset dan konstruksi di BP Migas-KKKS untuk periode 2010 sampai dengan 2012.

Fahmy dihadirkan Jaksa KPK sebagai saksi untuk membuktikan atas dakwaan mantan Direktur Utama PT Jasindo, Budi Tjahjono.

Dirinya mengaku, Budi memang menawarkannya menjadi broker Jasindo dalam lelang penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Namun, ia mengaku menolaknya. "Tetapi pak Budi menanyakan, apakah ada pegawai yang bisa ditunjuk sebagai agen Jasindo," ujarnya saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (9/1).

Fahmy pun menawarkan pegawainya Imam Tauhid alias Tedy untuk dijadikan agen.

Setelah BP Migas menetapkan PT Jasindo sebagai pemenang penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).

Fahmy menyebutkan, Jasindo pun mentransferkan uang ke rekening anak buahnya, Teddy di Bank Capital sebesar Rp3,9 miliar.

Dari uang tersebut, kata Fahmy, Rp3 miliarnya ditukarkan dalam bentuk dolar Amerika Serikat, dan diserahkan kepada Budi Tjahjono.

Sedangkan sisanya Rp900 juta, kata Fahmy, diminta Budi untuk tetap disimpan di rekening Bank Capital tersebut. "Pak Budi menitipkan saja. Katanya tahun depan mau diambil," kata Fahmy.

Namun, ketika ditanya KPK apakah ia melakukan pembelian mobil Porsche sebesar Rp750 juta dari uang titipan Budi tersebut.

Fahmy pun menjawab iya. "Iya, Rp 750 juta saya gunakan untuk membeli Porsche," ujar Fahmy kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tetapi ia membantah, uang Rp750 juta itu adalah jatahnya karena membantu Budi yang diduga sengaja menunjuk broker fiktif agar perusahaan milik negara tempat bekerja mengeluarkan fee.

Fahmy menegaskan, uang itu adalah pinjaman. Tetapi kata Jaksa KPK, ada sisa uang Rp150 juta yang digunakan Fahmy untuk membeli sepeda.

Dalam dakwaan Budi yang disusun Jaksa KPK, Fahmy ikut dalam pertemuan awal 2009 bersama Raden Priyono dan Deputi Keuangan BP Migas Wibowo Suseno Wirjawan. Kemudian pihak Asuransi Jasindo Budi dan Eko Budiwiyono.

Dari pertemuan itu, ada keputusan untuk menunjuk orang kepercayaan Fahmy, KM Imam Tauhid Khan sebagai agen PT Asuransi Jasindo dalam kegiatan penutupan asuransi aset dan proyek kontruksi dari BP Migas-KKKS tahun 2009-2012.

Budi pun mengarahkan, Kepala Cabang PT Asuransi Jasindo Jakarta, Budi Susilo agar KM Imam Tauhid menjadi agen broker asuransi Jasindo.

Padahal, menurut jaksa, perolehan PT Jasindo mendapatkan premi dari BP Migas atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) tahun 2010-2012 dan 2012-2014 itu tanpa bantuan broker. Karena memang lelang dirancang agar PT Jasindo lah yang menjadi pemenang.

Atas dasar perbuatan itu, Budi itu dinilai memperkaya dirinya sebesar Rp3 miliar dan 662.891 dolar Amerika Serikat. Kemudian, memperkaya Kiagus Emil Fahmy Cornain, selaku orang kepercayaan Kepala BP Migas sebesar Rp 1,3 miliar.

Selain itu, memperkaya Deputi Keuangan BP Migas Wibowo Suseno Wirjawan alias Maman Wirjawan sejumlah 100.000 dolar AS. Kemudian, Solihah selaku Direktur Keuangan dan Investasi PT Jasindo sebesar 198.381 dolar AS. (Bisma Rizal/bus)