Rabu, 22 Mei 2019 | 13:49 WIB
Korupsi
Peran Idrus Marham Dalam Suap Proyek PLTU Riau-1
Selasa, 15 Januari 2019 | 12:33 WIB
-

Skalanews - Jaksa KPK menyebutkan, mantan Menteri Sosial Idrus Marham menjanjikan fee 2,5 persen kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eny Maulani Saragih jika berhasil menjadikan Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai rekanan PLN dalam proyek Pembangunan PLTU Riau-1.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan Jaksa KPK ketika membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/1).

"Eny Maulani Saragih berkomunikasi dengan terdakwa dan terdakwa mengarahkan Eny untuk meminta uang sejumlah USD2,500,000 ke Johanes Budisutrisno Kotjo untuk keperluan Munaslub Partai Golkar," kata Jaksa.

Saat itu, kata jaksa, Idrus adalah Plt Ketua Umum Golkar sebelum Munaslub digelar.

"Terdakwa juga menjanjikan fee 2,5 persen untuk Eny bila bisa mengantarkan perusahaan yang dibawa Johannes Budisutrisno Kotjo menjadi rekanan PLTU Riau-1," jelasnya.

Kemudian, kata Jaksa, Eny Maulani meminta izin kepada Idrus untuk meminta uang Rp10 miliar untuk kepentingan suami Eny yang maju dalam Pilkada Temanggung.

"Permintaan uang tersebut masuk dalam perhitungan fee 2,5 persen yang akan diberikan oleh Johanes Budisutrisno Kotjo," jelas Jaksa KPK.(Bisma Rizal/dbs)