Senin, 20 Mei 2019 | 06:07 WIB
Korupsi
Jaksa KPK: Idrus Berkeinginan Jadi PAW Ketum Golkar
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:16 WIB
-

Skalanews - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham disebut berkeinginan menjadi Ketua Umum Pergantian Antar Waktu (PAW) Partai Golkar dengan menggunakan dana pemberian dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam nota dakwaan Idrus terkait kasus dugaan suap kerjasama proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/1).

Menurut Jaksa KPK Ronald Worotikan, permintaan uang itu dilakukan Idrus melalui perantara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eny Maulani Saragih.

Pada 2017, Idrus menghubungi Eni  untuk meminta uang kepada Kotjo sebanyak 2,5 juta dolar AS.

"Karena terdakwa berkeinginan menjadi PAW Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang masih memiliki masa jabatan 2 tahun," jelasnya.

Pada 25 November 2017, Eni pun mengirimkan pesan WhatsApp (WA) ke Kotjo untuk meminta uang 3 juta dolar AS dan 400 ribu dolar Singapura. "Yang dijawab Kotjo Senin di darat deh," kata Ronald.

Pada 15 Desember 2017, Idrus dan Eni pun mendatangi kantor Kotjo di Graha BIP Jakarta. Dalam pertemuan itu, Kotjo pun menyampaikan kepada Idrus akan ada fee 2,5 persen yang akan dibagi untuk Eni jika proyek PLTU Riau-1 lolos.

Namun, Eni meminta dana untuk kepentingan Munaslub Partai Golkar. "Dan terdakwa juga meminta agar Kotjo mau membantunya," jelas Ronald.

Permintaan itu, baru dilaksanakan pada 18 Desember 2017, ketika Kotjo meminta Sekretaris Pribadinya Audrey Ratna untuk memberikan uang dalam mata uang rupiah sebanyak Rp2 miliar.

Uang itu akan diberikan kepada Idrus dan Eni melalui staf Eni bernama Tahta Maharaya.

Atas dugaan perbuatan tersebut, Idrus pun diduga melanggar ketentuan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.(Bisma Rizal/dbs)