Senin, 22 April 2019 | 11:18 WIB
Korupsi
KPK Cecar Bantuan Dana Rp50 Miliar ke Ketua KONI
Kamis, 7 Februari 2019 | 13:27 WIB
-

Skalanews - KPK mencecar soal dana bantuan sebesar Rp50 miliar kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman.

Tono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan suap dana Hibah KONI dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH).

"KPK akan terus mendalami mekanisme dan proses pemberian dana kepada KONI. Kepada Ketua KONI, penyidik mendalami keterangan saksi mengenai mekanisme pengajuan proposal dan kewenangan penggunaan dana bantuan dari Pemerintah melalui Kempora kepada KONI," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/2).

Selain bantuan Wasping tahap dua sejumlah Rp17,9 miliar tersebut, KPK juga mencermati mekanisme bantuan Rp50 miliar yang diterima KONI selama 2018.

Dana itu dikucurkan untuk dana wasping sebesar Rp30 miliar dan bantuan operasional KONI sebesar Rp4 miliar.

Selain itu, dana tersebut dialokasikan sebagai bantuan kelembagaan KONI sebesar Rp16 miliar. Dengan demikian, dari penelusuran yang dilakukan KPK sejauh ini, pada 2018, KONI telah menerima bantuan dari Kempora sebesar Rp67,9 miliar.

"Sehingga diduga total dana Kemenpora yang mengalir sebagai bantuan ke KONI di tahun 2018 adalah sejumlah Rp67,9 miliar," kata Febri.

Ketika ditemui wartawan, Tono enggan berkomentar banyak atas pemeriksaannya.

"Saya sudah menyampaikan keterangan kepada para penyidik, terima kasih," ucapnya singkat.

Dirinya juga enggan berkomentar soal proposal KONI yang diinformasikan hanyalah sebuah formalitas belaka.

Begitu juga soal fee kepada Deputi IV Kempora Mulyana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kempora Adhi Purnomo agar KONI mendapat kucuran dana hibah.

Tono memilih bergegas naik mobil Toyota Fortuner berplat nomor B 298 TSN yang menunggunya di depan Gedung KPK.

Dalam kasus ini, KPK tetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).(Bisma Rizal/dbs)