Selasa, 19 Februari 2019 | 05:37 WIB
Korupsi
KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Dirut Bosowa
Jumat, 8 Februari 2019 | 23:13 WIB
KPK - [Eddy Tarigan/Skalanews]

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Direktur Utama Bosowa Maros M Subhan Aksa sebagai saksi terkait kasus korupsi.

"Surat panggilan untuk saksi dikembalikan atau retur," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (8/2).

KPK sedianya pada Jumat ini memanggil Subhan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS) dalam penyidikan kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

"KPK akan memanggil kembali sesuai kebutuhan penyidikan," ucap Febri.

Untuk diketahui, Subhan juga merupakan keponakan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain Subhan, KPK juga telah menetapkan satu tersangka lainnya, yakni Sekretaris Daerah Kota Dumai Provinsi Riau M Nasir (MNS).

KPK telah menetapkan dua tersangka itu pada 11 Agustus 2017.

M. Nasir yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis 2013-2015 dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negata atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (bus/ant)