Sabtu, 23 Maret 2019 | 02:38 WIB
Korupsi
Idrus Marham Akui Minta Uang ke Eni Maulani Buat Jadi Ketum Golkar
Selasa, 12 Maret 2019 | 15:16 WIB
-

Skalanews - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham mengaku, pernah meminta uang ke Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih sebesar 2,5 juta dolar Amerika Serikat. Uang itu untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Hal itu diungkapkan Idrus saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/3).

Uang itu sendiri dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo yang mengincar kesepakatan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Tetapi, kata mantan Sekjen Partai Golkar itu permintaan itu hanyalah berkelakar sebab Eni menjanjikan lebih dahulu akan membantu uang tanpa syarat.

"Saya tagih, saya cuma berkelakar. 'Eni, katanya lu ada uang tanpa syarat? Jangan satu lah, dua atau tiga lah atas nama saya'. Itu kelakar, candaan supaya saya beri pelajaran, karena Eni selalu menggampangkan sesuatu," kata Idrus.

Idrus menceritakan, sejak awal Eni dan banyak kader Golkar lainnya mendukung agar dia maju menggantikan posisi Setya Novanto sebagai ketua umum partai.

Ketika itu, Novanto tidak dapat melanjutkan jabatan karena terlibat kasus dugaan korupsi.

Eni kemudian menjanjikan untuk membantu Idrus mendapatkan dana sebagai biaya pencalonan sebagai ketua umum. Menurut Idrus, Eni meyakinkan bahwa uang tersebut tidak terkait korupsi.

"Karena Eni kan janji saya untuk munaslub Rp 200 miliar. Kan dia bilang gampang, jadi saya ledekin, mana tuh Rp 200 miliar? Ya sudah minta saja, katanya lu bisa?," kata Idrus.

Dalam kasus ini, Idrus didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo. Mantan Menteri Sosial itu didakwa melakukan perbuatan bersama-sama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga agar Eni membantu Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.(Bisma Rizal/dbs)