Jumat, 26 April 2019 | 03:30 WIB
Korupsi
Diperiksa KPK, Eks Irjen Kementerian PUPR Dikonfirmasi Soal Temuan BPK
Jumat, 12 April 2019 | 17:10 WIB
Gedung KPK - [ist]

Skalanews - Mantan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementeriaan PUPR, Rildo Ananda hari ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rildo diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pelaksanaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM‎) di Kementerian PUPR.

Dirinya mengaku dikonfirmasi soal temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan proyek yang dikerjakan Kementeriaan PUPR.

"Ya temuan-temuan BPK gimana, makanya saya juga lupa kan, saya udah enggak jabat irjen jadi saya lihat lagi," kata Rildo di gedung KPK, Jln Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/4).

Pada kesempatan ini Rildo memastikan saat dirinya menjabat sebagai Irjen  pengawasan terhadap setiap proyek berjalan normal.

"Ya berjalan normal saja, berjalan normal dan habis itu kaya gimana saya tanya dengan proyek itu, ya saya bilang," akunya.

Rildo sendiri mengaku tidak mengawasi secara detail setiap proyek yang ada di Kementerian PUPR karena sudah ada Direktorat yang mengawasi masing-masing proyek di wilayahnya.

"Kalau namanya proyek itu kan kita kan juga enggak bisa ngawasin detil kami kan dibagi per wilayah inspektur ini di wilayah ini umpanya ada temuan-temuan dibicarakan dipanggil irjennya mekanismenya bagaimana," paparnya.

Hingga saat ini KPK baru menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka tersebut yakni empat tersangka sebagai penyuap, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan empat sebagai penerima suap yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).(Frida Astuti/dbs)