Selasa, 22 Oktober 2019 | 18:05 WIB
Korupsi
KPK Panggil Direktur Hutama Karya
Senin, 15 April 2019 | 11:31 WIB
-

Skalanews - Penyidik KPK hari ini memanggil Direktur Hutama Karya, Ir Koentjoro. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 di Kementerian PUPR.

Koentjoro akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk proses penyidikan Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jln Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/4).

Selain itu KPK juga memanggil lima saksi lainnya yakni, PPK Proyek IKK Krayan Kaltara, Irfan; PPK Sewon, Bantul, Yogyakarta, Nurul; Wiraswasta, Febi Festia; seorang karyawan, Anton Fathoni; serta Dirut PT Rapi Tirta Treatmindo, Hendrianto Panji.

Kelimanya juga diperiksa untuk tersangka yang sama.

Hingga saat ini KPK baru menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka tersebut yakni empat tersangka sebagai penyuap, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan empat sebagai penerima suap yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).(Frida Astuti/dbs)