Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:11 WIB
Korupsi
Hakim Persiapan Mencoblos, Sidang Vonis Idrus Marham Ditunda
Selasa, 16 April 2019 | 14:12 WIB
-

Skalanews - Sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, Idrus Marham yang sedianya digelar hari ini diputuskan untuk ditunda.

Sidang ditunda hingga 23 April 2019 karena Ketua Majelis Hakim Yanto baru tiba dari luar negeri, kemarin, dan hakim anggotanya akan pulang kampung pada sore ini untuk ikut mencoblos di kampung halaman.

"Sedianya hari ini putusan, tapi saya kemarin baru pulang dari Spanyol, kemudian semalam sudah musyawarah, kemarin sedianya putusan akan kami bacakan kurang lebih jam 16.00, tapi ternyata besok itu pemilu, nyoblos," kata Hakim Yanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Atas hal itu hakim bersepakat dengan tim jaksa penuntut umum dan pihak kuasa hukum Idrus Marham untuk menunda sidang hingga pekan depan.‎

"Karena biasanya kita sampai malam, tapi karena besok itu pilpres semuanya mau nyoblos dan jam empat harus sampai bandara, sehingga kalau dibacakan sampai malam, mereka tidak bisa nyoblos yah. Sidang kami tunda 1 minggu tanggal 23," pungkasnya.

Dalam kasus ini tim jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Idrus bersalah karena terlibat dalam proyek PLTU Riau-1.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar tersebut dituntut 5 tahun penjara. Idrus juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp300 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Jaksa meyakini Idrus terbukti bersalah karena ‎turut serta atau bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih menerima suap dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Pemberian uang tersebut disinyalir agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) mulut tambang PLTU Riau-1.(Frida Astuti/dbs)