Minggu, 19 Mei 2019 | 19:58 WIB
Korupsi
MAKI Ajukan Praperadilan Lagi Tiga Kasus yang Mangkrak di KPK
Selasa, 14 Mei 2019 | 18:44 WIB
Boyamin Saiman - [ist]

Skalanews - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengajukan permohonan praperadian melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terkait tidak jelasnya penanganan tiga kasus besar oleh lembaga antirasuah itu.

"Hari ini mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK atas tiga kasus korupsi yang tergolong mangkrak yaitu atas Tersangka Emirsyah Satar, RJ Lino dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (14/5).

Kasus pertama yakni kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Disebut Boyamin, kasus itu telah mangkrak lebih dari dua tahun. Emirsyah diketahui ditetapkan sebagai tersangka sejak Januari 2017 silam.

"Proses penyidikan sudah selesai dalam bentuk penyitaan rumah dan pihak SFO (Serious Fraud Office) Inggris sudah menyerahkan semua dokumen yang dibutuhkan pada Februari 2019. Namun hingga kini KPK belum ada tanda-tanda ke Pengadilan Tipikor," papar Boyamin.

Kedua, kasus tindak pidana korupsi pengadaan quay container crane (QCC) pada tahun 2010 di PT Pelindo II yang menyeret mantan direktur utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino.

"Telah mangkrak 3 tahun lebih, sejak penetapan tersangka Desember 2015. Padahal Lino telah menggugat Praperadilan lawan KPK dan KPK menang. Dengan menangnya KPK lawan Lino mestinya mempercepat prosesnya namun hingga kini mangkrak," sambung Boyamin.

Ketiga, kasus dugaan pencucian uang dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana. KPK telah menyelidiki 300 perusahaan yang digunakan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

"Mungkin ini kasus mangkrak rekor terlama di KPK karena sudah berlangsung lebih dari 5 tahun dan perkara pokoknya korupsi juga sudah diadili namun hingga kini kasus TPPU Wawan tidak ada kabarnya" cetusnya.

Terhadap tiga kasus itu, diakui Boyamin, pihaknya sudah pernah mengajukan gugatan praperadilan di tahun 2018 lalu. Namun gugatan ditolak hakim dengan alasan Penyidikan masih berjalan dan belum berhenti.

MAKI berharap praperadilan kali ini akan membuat terang proses penyidikan tiga kasus mangkrak itu oleh KPK.

"Pendaftaran Praperadilan hari ini telah diterima secara resmi oleh PN Jakarta Selatan. Semoga dalam dua minggu kedepan KPK sudah menuntaskan tiga kasus tersebut diatas tanpa menunggu sidang Praperadilan," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)