Senin, 20 Mei 2019 | 15:38 WIB
Korupsi
KPK Terima Laporan Jalur Khusus Masuk Universitas Negeri
Rabu, 15 Mei 2019 | 15:05 WIB
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews -Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) juga menerima banyak laporan terkait adanya jalur-jalur khusus untuk masuk ke Universitas Negeri. Jalur khusus bagi mahasiswa baru itu terindikasi adanya pidana korupsi.


"Yang paling banyak lagi yang negeri sebenarnya ada penerimaan mahasiswa baru yang khususnya jalur-jalur khusus," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi‎ (KPK) Laode M Syarief dalam kegiatan koordinasi implementasi pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, di Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Tak hanya itu, KPK juga menerima banyak laporan terkait indikasi korupsi untuk masuk pendidikan ‎spesialis, seperti di fakultas kedokteran.

"Yang kedua lagi yang banyak laporannya ke KPK, saya sebut saja fakultas kedokteran, kalau mau masuk spesialis itu banyak. Kalau dia sudah tamat dari dokter tapi dia ingin lanjut spesialis, laporannya banyak itu, hampir semua fakultas," bebernya.

Disebut Syarief, calon mahasiswa harus memberi "uang pelicin' kepada profesornya agar diterima di fakultas tersebut.

"Bahkan dia harus minta rekomendasi, untuk rekomendasi itu dia juga harus mengeluarkan biaya tertentu dan itu banyak sekali. Bukan ada dimonopoli oleh satu universitas, banyak sekali yang di fakultas kedokteran," ungkapnya. (Frida Astuti/Bus)