Minggu, 21 Juli 2019 | 05:36 WIB
Korupsi
Wakil Ketua KPK: Kasus Korupsi Garuda Indonesia Sudah Selesai
Rabu, 15 Mei 2019 | 18:05 WIB
Emirsyah Satar (Foto:ist) -

Skalanews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyebut berkas kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia sudah rampung.

Dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce tersebut diketahui penyidik menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

"Kalau kasus Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief di Gedung KPK lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Dijelaskan Syarief, lamanya penyidikan kasus ini karena beberapa barang bukti yang diperoleh KPK, ada sejumlah dokumen yang berbahasa Inggris sehingga perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya tebal. Habis itu semua buktinya dalam bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia sebenarnya sudah lama jadi," terangnya.

Selain itu, penanganan kasus ini disebut Syarief dilakukan bersama-sama dengan penegak hukum asing seperti Chief Financial Officer (CFO) dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Sementara itu terkait belum ditahannya kedua tersangka yakni Emirsyah Satar dan Soetikno, Syarief beralasan penahanan memiliki batas waktu. Keduanya diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Januari 2017 lalu.

"Kenapa enggak ditahan? Kan ada batas waktu penahanan, kan enggak boleh lebih dari waktu tertentu, bagaimana kalau berkasnya belum selesai?" pungkasnya.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo. (Frida Astuti/Bus)