Sabtu, 20 Juli 2019 | 19:09 WIB
Korupsi
Kode Sandi Ikan Hingga Kepiting di Suap Gubernur Kepri
Jumat, 12 Juli 2019 | 17:09 WIB
-

Skalanews -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya penggunaan kode atau sandi dalam transaksi suap yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun.

Kode sandi itu sudah ditemukan saat proses penyelidikan atau sebelum dilakukan Operasi Tangkap Tangan (0TT) pada Rabu (10/7).

"
Selama proses penyelidikan sebelum OTT dilakukan Rabu kemarin, tim KPK mencermati sejumlah penggunaan kata sandi yang kami duga merupakan cara kamuflase untuk menutupi transaksi yang dilakukan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/7).

Kode suap yang dipakai dalam transaksi suap itu diantaranya "Ikan", "Daun" dan "Kepiting".

"Tim mendengar penggunaan kata "ikan" sebelum rencana dilakukan penyerahan uang. Disebut jenis Ikan Tohok dan rencana "penukaran ikan" dalam komunikasi tersebut. Selain itu terkadang digunakan kata "Daun"," sambungnya.

"Saat KPK melakukan OTT awal di pelabuhan, pihak yang diamankan saat itu sempat berdalih tidak ada uang yang diterima, tetapi "kepiting","imbuhnya.

KPK sendiri telah menetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK).

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dolar Singapura dan Rp45 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar. (Frida Astuti/Bus)