Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:03 WIB
Korupsi
Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, KPK Panggil Rizal Ramli Jumat
Kamis, 18 Juli 2019 | 23:48 WIB
-

Skalanews -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan Menteri Koordiantor Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli.

Rizal dipanggil sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk tersangka pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinta Itjih Nursalim.

"Besok (Jamat 19 Juli 2019) diagendakan pemeriksaan Rizal Ramli sebagai saksi dalam perkara ini dengan tersangka SJN dan ITN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengutip Antaranews, Kamis (18/7).

Sebelumnya Rizal tidak memenuhi panggilan KPK pada Kamis (11/7) lalu dan meminta dijadwal ulang pemeriksaan.

Sjamsul Nursalim bersama istrinya Itjih Nursalim merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

KPK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 10 Juni 2019. Sjamsul dan Itjih diduga melakukan misrepresentasi terkait dengan piutang petani petambak sebesar Rp4,8 triliun.

Misrepresentasi tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun. Pasalnya, saat dilakukan Financial Due Dilligence (FDD) dan Legal Due Dilligence (LDD) disimpulkan bahwa aset tersebut tergolong macet dan hanya memiliki hak tagih sebesar Rp220 miliar.

Atas perbuatan tersebut, Sjamsul dan Itjih disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Frida Astuti/Bus)