Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:44 WIB
Korupsi
Jaksa KPK Juga Dakwa Bowo Sidik Terima Gratifikasi Hampir Rp8 Miliar
Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:48 WIB
Bowo Sidik Pangarso - [sinarharapan]

Skalanews - Selain menerima suap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendakwa anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar nonaktif, Bowo Sidik Pangarso menerima gratifikasi yang totalnya mencapai sekitar Rp8 miliar.

Dalam dakwaan, JPU menyebut Sidik menerima total 700 ribu dolar Singapura yang kemudian ditukarkan menjadi rupiah serta Rp600 juta.

"Penerimaan-penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku wakil ketua sekaligus anggota Komisi VI DPR dan anggota Banggar (Badan Anggaran-red) DPR yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," kata JPU KPK, Kiki Ahmad Yani di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Uang sekitar Rp8 miliar itu ditemukan penyidik KPK saat menggeledah kantor PT Inersia Ampak Engineers (IAE) yang merupakan perusahaan milik Bowo Sidik Pangarso.

Saat itu, KPK menemukan uang tersebut dalam pecahan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke 400 ribu amplop warna putih. Sebanyak 400 ribu amplop berisi uang tersebut ditemukan tertumpuk rapi dalam 81 boks dan 2 kontainer.

"Bahwa uang sejumlah Rp8 miliar dengan pecahan Rp20 ribu tersebut berasal dari penukaran dalam mata uang dolar Singapura," papar jaksa.

Adapun uang gratifikasi tersebut berasal dari berbagai sumber. Pertama, sumber uang gratifikasi sebesar 250 ribu dolar Singapura diterima Bowo Sidik sekira awal 2016 terkait pengusulan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan DAK fisik APBN 2016.

Bowo Sidik kembali menerima uang tunai sejumlah 50 ribu dolar Singapura saat mengikuti acara Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Denpasar Bali untuk pemilihan Ketum Partai Golkar periode 2016-2019.

Kemudian Bowo Sidik juga menerima uang tunai sejumlah 200 ribu dolar Singapura dalam kedudukannya selaku wakil ketua Komisi VI DPR RI yang sedang membahas Permendag tentang Gula Rafinasi (Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas).

Bowo Sidik lalu juga menerima uang sejumlah 200 ribu dolar Singapura di Restoran Angus House Plaza Senayan, Lantai 4, Jalan Asia Afrika, Senayan Jakarta, dalam kedudukannya selaku wakil ketua Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan PT PLN (Persero).

Terahir, Bowo Sidik juga pernah menerima uang gratifikasi sejumlah Rp600 juta dalam kedudukan selaku wakil ketua Komisi VI DPR yang sedang membahas program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2017.

Terkait penerimaan gratifikasi tersebut, Bowo Pangarso didakwa melanggar Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ddiubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 65 KUHP. (Frida Astuti/Bus)