Selasa, 19 November 2019 | 17:56 WIB
Korupsi
Penuhi Panggilan KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Janji Buka-bukaan ke Penyidik
Rabu, 9 Oktober 2019 | 12:01 WIB
Rizal Djalil - [twitter]

Skalanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil.

Tersangka baru kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementeriaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) itu pun memenuhi panggilan penyidik.

Saat tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (9/10), Rizal berjanji akan membuka semua hal terkait kasus yang menjeratnya kepada penyidik.

"Dan saya akan bicara nanti pertama soal uang Rp 3,2 miliar itu siapa yang menerima di mana diserahkan. Saya meminta ke penegak hukum untuk membuka itu mengungkap itu," kata Rizal.

Dirinya juga akan menjelaskan soal audit BPK terkait proyek SPAM itu termasuk pihak-pihak di kementerian yang disebutnya berwenang mengatur proyek itu.

"Saya juga akan menjelaskan ke teman-teman media nanti masalah yang terkait dengan apakah benar ada orang yang mengatur di proyek kementerian, siapa yang berwenang yang mengatur proyek di kementerian. Apakah benar sebagai anggota BPK saya meminta memanggil seseorang, saya akan jelaskan nanti, kenapa dia dipanggil kenapa diundang saya akan buka laporan yang terkait itu," cetusnya.

Rizal mengaku akan bertanggung jawab penuh atas audit proyek SPAM tersebut karena dialah yang menandatanganinya. Ia mengatakan para auditor BPK itu bekerja secara profesional dan sesuai dengan UU.

"Semua auditor BPK itu orang terpilih dengan kualitas intelektual yang memadai. Kalau tidak memadai, tidak akan masuk dan juga membutuhkan keberanian dan profesionalitas karena prinsipnya secara alamiah tidak ada orang yang mau diperiksa tidak ada orang yang mau audit tetapi dengan profesionalitas pedoman UU yang ada kami melalukan tugas konstitusional," pungkasnya.

KPK diketahui menetapkan Rizal bersama Komisaris PT Minarta Dutahutama (MD) Leonardo Jusminarta Prasetyio sebagai tersangka baru kasus ini. Rizal diduga mengatur agar PT MD mendapatkan proyek di lingkungan Direktorat SPAM, yaitu proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hungaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar. (Frida Astuti/Bus)