Selasa, 19 November 2019 | 02:34 WIB
Korupsi
KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Suap Bupati Lampung Utara
Senin, 14 Oktober 2019 | 01:21 WIB
Febri Diansyah - [dok.skalanews]

Skalanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah tempat terkait kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Pemkab Lampung Utara yang menjerat Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka.

Selama tiga hari penggeledahan, yakni sejak 9 Oktober, penyidik menyita Sejumlah barang bukti disita.

"KPK menyita sejumlah dokumen-dokumen proyek dan anggaran di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan. Selain itu, di rumah dinas bupati disita uang Rp 54 juta dan USD 2.600," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Minggu (13/10).

Penggeledahan sendiri dilakukan di tiga tempat, yakni rumah dinas, rumah pribadi dan kantor Bupati. Kemudian kediaman rumah Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri, dan pihak swasta Hendri Wijaya Saleh, serta rumah dua saksi.

Pada 11 Oktober, penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di kediaman Raden Syahril, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin, dan Chandra Safari.

Selain Agung, KPK juga menetapkan lima orang lainnya yakni, orang kepercayaan Bupati Lampung Utara, Raden Syahril (RSY); Kadis PUPR Lampung Utara, Syahbuddin (SYH).

Kemudian, Kadis Perdagangan Lampung Utara, Wan Hendri (WHN); serta dua pihak swasta yakni, Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HSW).

Agung sendiri diduga menerima suap terkait dengan tiga proyek di Dinas Perdagangan, yaitu, pembangunan pasar tradisional desa Comook Sinar Jaya, kecamatan Muara Sungkai dengan nilai proyek Rp 1,073 miliar.

Kemudian terkait pembangunan pasar tradisional desa Karangsari kecamatan Muara Sungkai Rp 1,3 miliar, dan konstruksi fisik pembangunan pasar Rakyat Tata Karya (DAK) Rp 3,6 miliar.

Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), penyidik menemukan uang Rp 200 juta, tim juga mengamankan uang Rp 440 juta dari tangan Syahrial selaku orang kepercayaan Bupati Agung. Uang tersebut ditemukan tim penindakan di mobil dan rumah Syahrial. (Frida Astuti/Bus)