Rabu, 20 November 2019 | 16:55 WIB
Korupsi
Usai Diperiksa Penyidik, Eks Dirut Petral Yakin KPK Tetap Adil
Selasa, 5 November 2019 | 21:50 WIB
-

Skalanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto (BTO).

Bambang yang juga tersangka praktik mafia migas tersebut mengaku hari ini ditanya penyidik soal jabatannya.

"Didalami tupoksi saya saja sebagai VP dan Managing Director semua," ujar Bambang di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (5/11).

Bambang mengakui, pemeriksaan hari ini merupakan yang perdana. Ia berjanji akan koperatif mengikuti seluruh proses hukum yang menjeratnya ini.

"Saya percaya lembaga ini akan memproses untuk kasus saya yang lain secara fair dan adil untuk seluruh rakyat Indonesia,"  janjinya.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).

Bambang Irianto yang saat kasus bergulir menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013 itu ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap senilai US$2,9 juta.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengkonstruksi praktik mafia migas yang dilakukan Bambang Irianto. Mulanya pada 6 Mei 2009, Bambang Irianto diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES, dengan tugas antara lain membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

"Pada tahun 2008, saat Tersangka BTO masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina (Persero), yang bersangkutan bertemu dengan perwakilan Kernel Oil PTE. LTD. yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT Pertamina," kata Laode saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Pada saat tersangka Bambang menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Lantas Pada periode tahun 2009-Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES/PT Pertamina.

"Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," paparnya.

Untuk mendampung penerimaan tersebut, tersangka Bambang mendirikan Siam Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island. (Frida Astuti/Bus)