Rabu, 11 Desember 2019 | 01:16 WIB
Korupsi
Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi di Bank BTN
Senin, 11 November 2019 | 21:35 WIB
Adi Toegarisman - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaa Agung akan segera menetapkan tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Bank Tabungan Negara (BTN) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp50 miliar.

"Kita segera tetapkan tersangka. Juga siapa-siapa yang bakal diminta pertanggung jawaban," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung M. Adi Toegarisman di kantornya, Senin (11/11).

Penetapan tersangka, sambung Adi, akan dilakukan setelah penyidik mengantongi audit kerugian negara.

"Kita tunggu audit kerugian negara saja," pungkasnya.

Kasus ini terkait pemberian Kredit Yasa Griya (KYG) oleh Bank BTN Gresik kepada PT Gaha Permata Wahana (GPW) sebesar Rp5 miliar, 2011. Namun, kredit dikucurkan tidak sesuai Surat Edaran Direksi Bank BTN (Persero) Tbk. Akibatnya kredit macet Rp4,1 miliar.

Desember 2015, Asset Managemen Division (AMD) Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan hutang) secara sepihak kepada PT Nugra Alam Prima/NAP) dengan plafond Rp6,5 miliar. Karena tanpa ada tambahan agunan, kredit ini macet senilai Rp5,7 miliar.

November 2016, AMD Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan utang) kembali secara sepihak dari PT. NAP kepada PT LJP. (Lintang Jaya Properti).

Diduga, AMD Kantor Pusat BTN melakukan hal tersebut tidak sesuai  Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tanpa ada tambahan agunan kembali dengan plafond kredit sebesar Rp16 miliar. Kredit macet kembali sebesar Rp15 miliar dengan kategori kolektibilitas 5. (Frida Astuti/Bus)