Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:03 WIB
Korupsi
Geledah Rumah Bupati Bengkalis, KPK Sita Dokumen Anggaran
Jumat, 29 November 2019 | 23:35 WIB
-

Skalanews - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Bupati Bengkalis Amril Mukminin di Pekanbaru, hari ini, Jumat (29/11).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penggeledahan itu terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.‎

Penggeledahan juga dilakukan di rumah dan toko salah satu orang bernama Dedy Handoko.

"Dari lokasi ini disita dokumen anggaran dan rekening koran tersangka dan pihak keluarga," kata Febri.

Dijelaskan Febri, rangkaian penggeledahan tersebut untuk kepentingan penyidikan atas kasus suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis dan TPK Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Diberitakan, dalam kasus ini Amril Mukminin diduga sebagai pihak penerima suap dan gratifikasi dari proyek multiyears di Bengkalis.

Amril Mukminin diduga telah menerima Rp2,5 miliar sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek multiyears peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari pihak PT CGA sebesar Rp3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan pihak PT CGA ke Amril dalam rentang waktu Juni dan Juli 2017.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Amril belum dilakukan penahanan oleh penyidik. (Frida Astuti/Bus)