Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:18 WIB
Korupsi
Kasus Mafia Migas Eks Dirut Petral, KPK Panggil Empat Saksi
Senin, 2 Desember 2019 | 12:23 WIB
Febri Diansyah - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat orang saksi untuk diperiksa terkait dengan kasus dugaan praktik mafia migas yang menyeret eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto.

Adapun keempat saksi itu adalah, Manager Project Management Office - Share Service Center PT Pertamina sekaligus mantan Manager Controller Pertamina Energy Services Pte. Ltd, Dody Setiawan; mantan Light Distillate - Operation Officer Pertamina Energy Services, Indrio Purnomo; mantan Claim Officer Pertamina Energy Services, Mardiansyah serta mantan Manager Market Analyst Risk Management & Governance ISC PT Pertamina yang juga Staf Utama Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Khairul Rahmat Tanjung.

"Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Bambang Irianto," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (2/12).

Mantan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto (BTO) ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).

Bambang Irianto yang saat kasus bergulir menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013 itu ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap senilai US$2,9 juta.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengkonstruksi praktik mafia migas yang dilakukan Bambang Irianto. Mulanya pada 6 Mei 2009, Bambang Irianto diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES, dengan tugas antara lain membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

"Pada tahun 2008, saat Tersangka BTO masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina (Persero), yang bersangkutan bertemu dengan perwakilan Kernel Oil PTE. LTD. yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT Pertamina," kata Laode saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Pada saat tersangka Bambang menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Lantas Pada periode tahun 2009-Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES/PT Pertamina.

"Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," paparnya.

Untuk mendampung penerimaan tersebut, tersangka Bambang mendirikan Siam Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island. (Frida Astuti/Bus)