Rabu, 29 Januari 2020 | 05:05 WIB
Korupsi
Kejagung Tangkap Mantan Kepala BPN Surabaya II
Rabu, 4 Desember 2019 | 17:54 WIB
Kepuspenkum Kejakgung Mukri - [Frida Astuti/Skalanews]

Skalanews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menangkap mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II, Indra Iriansyah, yang merupakan terpidana kasus korupsi.

"Indra Iriansyab merupakan pelaku kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejati Jatim, pada Rabu 04 Desember 2019 2109 sekitar pukul 00.01 WIB di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada wartawan, Rabu (4/12).

Kasus yang menyeret Indra terkait persetujuan perpanjangan sertifikat hak guna bangunan (HGB) PT Ketabangkali Elektronics (PT KE) di atas tanah hak pengelolaan PT SIER yang seharusnya dalam pengajuan SHGB ini, PT KE lebih dulu meminta perjanjian pengelolaan tanah industri (PPTI) dari PT SIER selaku pemegang hak pengelolaan lahan namun pada kenyataannya PT.KE langsung mengajukan ke BPN tanpa menyertakan PPTI.

Atas terbuktinya perbuatan ini, terpidana dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 4 PK / PID.SUS / 2014 tanggal 19 Maret 2014.

Namun saat akan dieksekusi, Indra ternyata kabur. "Saat ini, terpidana menunggu proses pemindahan menuju surabaya untuk menjalani proses hukumannya," sambungnya.

Penangkapan kali ini menambah deretan panjang pelaku kejahatan yang ditangkap terkait dengan program Tangkap Buronan (Tabur). Sampai dengan saat ini, tercatat sudah ada 364 tersangka, terdakwa, dan terpidana yang ditangkap.

"Hingga saat ini, 4 Desember 2019 yang berhasil diamankan dan sejak program tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 sudah mencapai 364 orang yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah," tutupnya. (Frida Astuti/Bus)