Rabu, 26 Februari 2020 | 10:12 WIB
Korupsi
KPK Perpanjang Penahanan Eks Presdir Lippo Cikarang
Jumat, 6 Desember 2019 | 13:11 WIB
-

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bhartolomeus Toto yang juga tersangka kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Bhartolomeus Toto sendiri pertama kali ditahan penyidik pada 20 November 2019 terkait kasus Meikarta.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan untuk tersangka BTO. Penahanan diperpanjang terhitung sejak 10 Desember 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (6/12).

Bhartolomeus Toto ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa pada 29 Juli 2019 lalu.

Bartholomeus bersama-sama dengan mantan petinggi Lippo Group, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, Fitra Djaja Purnama dan sejumlah pegawai PT Lippo Cikarang mendekati mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin untuk mengurus Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT).

Diketahui PT Lippo Cikarang Tbk mengajukan IPPT seluas 143 hektar untuk proyek Meikarta. Pihak Lippo Cikarang kemudian meminta bantuan Neneng Hasanah untuk memuluskan IPPT tersebut.

Neneng lalu meminta adanya sejumlah uang 'pelicin' dari PT Lippo Cikarang. Tersangka Bartholomeus selaku petinggi PT Lippo Cikarang menyanggupi permintaan tersebut dan akan memberikan uang untuk pengurusan IPPT.

Neneng lalu menandatangi IPPT seluas 846.356 m2 untuk pembangunan komersial area berupa apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, hotel, dan perkantoran kepada PT Lippo Cikarang.

Atas persetujuan Bartholomeus, PT Lippo Cikarang kemudian memberikan uang sebesar Rp10,5 miliar kepada Neneng melalui orang kepercayaanya. (Frida Astuti/Bus)