Rabu, 26 Februari 2020 | 10:49 WIB
Korupsi
Suap Proyek Meikarta, KPK Panggil CEO Lippo Group James Riady
Kamis, 12 Desember 2019 | 10:14 WIB
james riyadi Lippo Group - ist

Skalanews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Tjahaja Riady, hari ini.

Penyidik memanggil James untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

Selain James, penyidik juga akan memeriksa satu tersangka dalam kasus ini yaitu mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO).

"KPK kembali berencana melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BTO (Bartholomeus Toto) dalam kasus dugaan suap terkait perizinan Meikarta dan juga mengagendakan pemeriksaan James Tjahaja Riady sebagai saksi untuk BTO," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (12/12).

Dalam kasus ini Bartholomeus bersama-sama dengan mantan petinggi Lippo Group, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, Fitra Djaja Purnama dan sejumlah pegawai PT Lippo Cikarang mendekati mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin untuk mengurus Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT).

Diketahui PT Lippo Cikarang Tbk mengajukan IPPT seluas 143 hektar untuk proyek Meikarta. Pihak Lippo Cikarang kemudian meminta bantuan Neneng Hasanah untuk memuluskan IPPT tersebut.

Neneng lalu meminta adanya sejumlah uang 'pelicin' dari PT Lippo Cikarang. Tersangka Bartholomeus selaku petinggi PT Lippo Cikarang menyanggupi permintaan tersebut dan akan memberikan uang untuk pengurusan IPPT.

Neneng lalu menandatangi IPPT seluas 846.356 m2 untuk pembangunan komersial area berupa apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, hotel, dan perkantoran kepada PT Lippo Cikarang.

Atas persetujuan Bartholomeus, PT Lippo Cikarang kemudian memberikan uang sebesar Rp10,5 miliar kepada Neneng melalui orang kepercayaanya. (Frida Astuti/Bus)