Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:54 WIB
Korupsi
KPK Panggil Petinggi Garuda Indonesia
Kamis, 12 Desember 2019 | 12:43 WIB
Garuda Indonesia -

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Independen PT Garuda Indonesia, Eddy Porwanto Poo untuk diperiksa sebagai saksi.

Direktur Keuangan PT Delta Makmur itu akan dimintai keterangannya terkait kasus dugaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia yang dibeli dari Rolls Royce PLC, untuk tersangka Hadinoto Soedigno (HDS).

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HDS," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan singkatnya, Kamis (12/12).

Selain Eddy Porwanto, KPK memanggil enam saksi lainnya, yaitu seorang ibu rumah tangga, Dessy Fadjriaty; mantan VP Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia, Batara Silaban; Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia, Azwar Anas.

Kemudian, VP Enterprise Risk Management and Subsidiaries PT Garuda Indonesia, E Enny Kristiani; mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia yang juga CEO PT ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan; serta mantan VP Aircraft Maintenance PT Garuda Indonesia, Dodi Yasendri.

Hadinoto yang merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia ini diduga terlibat dalam asus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008-2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Dalam kasus ini KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT MRA Soetikno Soedarjo sebagai tersangka. (Frida Astuti/Bus)