Jumat, 24 Januari 2020 | 18:59 WIB
Korupsi
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap di Bakamla
Selasa, 14 Januari 2020 | 22:44 WIB
-

Skalanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama (Dirut) CMI Teknologi (CMIT), Rahardjo Pratjihno (RJP).

Rahardjo merupakan tersangka kasus dugaan suap pengadaan backbone coastal surveillance system di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"KPK hari ini melakukan penahanan terhadap tersangka RJP (Direktur Utama PT CMIT) dalam perkara pengadaan backbone coastal surveillance system di Bakamla," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Terhadap Rahardjo ditahan untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan. KPK menahan Bos PT CMIT tersebut di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Jakarta Timur.

"Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama di Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK, Kavling 4 terhitung mulai hari ini, 14 Januari sampai 2 Februari 2020," sambungnya.

Rahardjo Pratjihno ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan perangkat transportasi informasi terintegrasi proyek Bakamla tahun anggaran 2016.

Rahardjo ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bakamla, Leni Marlena (LM), serta Anggota ULP Bakamla, Juli Amar Ma'ruf (JAM).

Dalam kasus ini juga, penyidik menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bakamla, Bambang Udoyo (BU) sebagai tersangka. Namun, proses hukum terhadap Bambang Udoyo diserahkan ke POM TNI AL.

Para tersangka diduga melakukan kesepakatan jahat terkait proyek pengadaan perangkat transportasi informasi terintegrasi atau backbone coastal surveillance system pada Bakamla RI tahun 2016. Atas tindakan para tersangka tersebut, negara dirugikan Rp54 miliar. (Frida Astuti/Bus)