Rabu, 26 Februari 2020 | 04:27 WIB
Korupsi
Kasus Jiwasraya, MAKI Desak Kejagung Sita Aset Milik Tersangka Heru Hidayat
Jumat, 24 Januari 2020 | 12:33 WIB
-

Skalanews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menggeledah dan melakukan penyitaan aset milik Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Heru merupakan salah satu tersangka kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Kami akan ke Gedung Bundar Kejagung, meminta penyidik segera menyita aset-aset dan saham-saham milik Heru Hidayat," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman melalui siaran persnya, Jumat (24/1).

Disebut Boyamin, kedatangannya ke Kejagung untuk menyerahkan informasi seputar aset yang dimiliki Heru, seperti property mall di Jawa Tengah, perusahaan tambang di Kaltim yang konon bernilai 5 Triliun.

"Menyerahkan informasi dugaan pengalihan saham-saham milik Heru Hidayat," sambungnya lagi.

Boyamin menyesalkan, penyidik hanya menyita aset tersangka Benny Tjokrosaputro dan Hendrisman Rahim, sementara tersangka lainnya seperti Heru Hidayat tidak dikejar dan disita.

"Padahal nilai kerugian yg ditimbulkan kepada Jiwasraya lebih kecil diduga hanya 0,5 Triliun. Sementara Heru Hidayat diduga menimbulkan kerugian hampir 8 Triliun," pungkasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan;

Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. (Frida Astuti/Bus)